RAJAWALI69

Profile


SMA Negeri 1 Yogyakarta telah melewati perjalanan panjang sejak masa Belanda hingga sekarang. Sekolah yang dikenal dengan nama “Teladan” ini mengawali langkahnya pada tahun 1930, dengan bentuk Algemeene Midlebaar School A Afdeling Yogyakarta (AMS). Sekolah ini berada pada jenjang pendidikan menengah atau middlebaar onderwijs (Sumarsono Moestoko, 1985: 114). AMS A Afdeling Yogyakarta berdiri sebagai penyederhanaan dari AMS A Jurusan Sastra Barat (Wester Letterkundige Afdeling) di Bandung dan AMS Jurusan Sastra Timur (Ooster Letterkundige Afdeling) di Surakarta.

Kegiatan belajar mengajar pada masa AMS A ini dilaksanakan di Jalan A.M. Sangaji. Lokasinya kini berada di sebelah utara SMK Negeri 2 Yogyakarta. Direktur sekolahnya adalah DR. W.F. Stutterheim. Direktur pada periode berikutnya adalah DR. J.S. Schoutten, DR. C. Hoykaas (pakar Sastra Melayu), dan DR. Terbraak.

Semua sekolah lanjutan menengah tingkat atas dilarang pada masa Jepang. Sekolah-sekolah lanjutan di Yogyakarta dibuka kembali pada permulaan tahun ajaran 1942-1943. AMS A dan AMS B dipersatukan, selanjutnya disebut SMT. Pemimpin pertama sekolah ini adalah R.J Katamsi, lalu R. Sugardo, Dr. Priyono juga pernah memimpin SMT tersebut. Perubahan AMS menjadi SMT berarti suatu kemunduran, sebab bagian A maupun bagian B pelajarannya merosot (Sutrisno Kutoyo, 1997: 315).